Senin, 19 Maret 2012

Tokoh Wayang


Semar dikisahkan sebagai abdi atau hamba tokoh utama cerita tersebut, yaitu Sahadewa dari keluarga Pandawa. Tentu saja peran Semar tidak hanya sebagai pengikut saja, melainkan juga sebagai pelontar humor untuk mencairkan suasana yang tegang.
Semar memiliki bentuk fisik yang sangat unik, seolah – olah ia merupakan simbol penggambaran jagad raya. Tubuhnya yang bulat merupakan simbol dari bumi, tempat tinggal umat manusia dan makhluk lainnya.
Semar selalu tersenyum, tapi bermata sembab. Penggambaran ini sebagai simbol suka dan duka. Wajahnya tua tapi potongan rambutnya bergaya kuncung seperti anak kecil, sebagai simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki – laki, tapi memiliki payudara seperti perempuan, sebagai simbol pria dan wanita. Ia penjelmaan dewa tetapi hidup sebagai rakyat jelata, sebagai simbol atasan dan bawahan. . Dapat dipastikan anak asuh Semar selalu dapat mengalahkan anak asuh Togog. Hal ini sesungguhnya merupakan simbol belaka. Semar merupakan gambaran perpaduan rakyat kecil sekaligus dewa kahyangan. Jadi, apabila para pemerintah yang disimbolkan sebagai kaum kesatria asuhan Semar - mendengarkan suara rakyat kecil yang bagaikan suara Tuhan, maka negara yang dipimpinnya pasti menjadi negara yang unggul dan sentosa.



Berikut ini adalah gambar Semar :

 

Cerita Liburanku


ZiaRek ke Sukabumi


Mungkin, kata ziarek ini jarang didengar oleh umum. Tapi saya akan menjelaskan apa itu ziarek beserta kegiatan – kegiatan didalamnya. Ziarek adalah ziarah dan rekreasi. Nah sekarang, saya akan bercerita tentang liburan semester 3 pekan kemarin. Dari pekan  liburan ini, yang saya rasakan sangat menarik adalah Ziarah ke Sukabumi ini bersama Komunitas di Jakarta (  Bentara Asisi  ) pada tanggal 29 Januari 2012. Dimulai dari perjalanan dari Depok ke Cikini. Saya berangkat bertiga dengan teman – teman saya dari Depok pada hari Sabtu malam, tepatnya malam Minggu tanggal 28 Januari 2012. Kami naik kereta Commuter Line dari stasiun Depok Baru menuju stasiun Cikini. Sesampainya kami di Cikini, kami bergegas menuju kost – kostan anak yang kuliah di St.Carolus menggunakan angkutan yang tidak jarang didengar lagi yaitu “bajaj”.  Saat sampai di kost, ternyata disana sudah banyak anak – anak muda grup kami yang di Jakarta berkumpul sehingga kami langsung ikut bergabung dengan mereka. Mereka – mereka itu mempunyai suku yang berbeda dengan kebanyakan orang yaitu Flores Manggarai. Walaupun mereka bercakap – cakap menggunakan bahasa daerah mereka dan seolah – olah saya hanya menjadi tim pendengar, tetapi saya senang karena sedikit – sedikit saya dapat memahami apa yang mereka bicarakan. Sesudah mengobrol bersama, jam 00.00 pun tiba. Segeralah kita beranjak ke kamar masing – masing untuk beristirahat.
                Alarm jam sudah menunjukkan pukul 04.00, segeralah kita bangun lalu mandi. Lalu, jam 05.00 kita berangkat dari kost menuju Sekolah St.Fransiskus Asisi yang beralamat di Jl. Bangunan Barat, Kampung Ambon, Rawasari – Jakarta Pusat. Kami ( 5 orang ) berangkat menggunakan bajaj juga karena mudah dijangkau dan langsung sampai ke tempat tujuan. Ternyata disana sudah pada berkumpul, bus pun sudah datang. Lalu bergegaslah kami memasuki bus. Berangkat dari Kampung Ambon itu sekitar jam 06.00 langsung menuju tol.
                Dalam perjalanan, kami mengadakan acara – acara hiburan dalam bus. Diantaranya : mengadakan game dan karaoke bersama. Sehingga saya tidak memperhatikan rute – rute yang dilewati. Ada tempat perhentian yaitu Rest Area yang berada di SPBU Sentul. Disana kami singgah sebentar, ada yang belanja di mini market ataupun berfoto – foto bersama. Setelah 15 menit berlalu, kami melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi kembali.
            Sesampainya di Sukabumi pada pukul 11.00 tempat kami mengadakan acara rekreasi, yaitu Panti Jompo Fransiskus Asisi, Cibadak Sukabumi. Kami mengadakan acaranya di Panti Jompo bersama opa dan oma. Acara yang kami buat ini meliputi : doa bersama, bernyanyi bersama, mengadakan lomba – lomba, memberi semangat serta memotivasi dengan cerita – cerita yang inspiratif, dan membagi – bagikan makanan serta menyuapi makanan kepada oma dan opa dengan posisi yang teratur. Mereka sangat bahagia dan merasa senang sekali karena dengan kehadiran kami, mereka bisa lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupannya. Banyak orang tua yang masih mempunyai semangat yang tinggi sementara keadaan mereka sudah tidak berdaya. Akan tetapi, dengan adanya kami mengadakan acara disana itu sebagai wujud “memotivasi, serta memberi semangat” kepada mereka agar mereka dapat berbahagia bersama kita di hari itu dan hari – hari yang akan datang itu berjalan dengan baik, dan tertata.
                Dilanjutkan dengan acara ziarah tepatya di Gua Maria Sumber Kahuripan, Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Cibadak – Sukabumi yang mempunyai alamat lengkap di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 29, Cibadak, Sukabumi.  Tidak jauh dengan Panti Jompo tersebut. Ziarah ini adalah berdoa bersama di dalam Gua Maria, dilanjutkan dengan ibadah sore di Gereja. Mungkin, rekreasi ini dikatakan aneh karena bukan bersenang – senang melepas kejenuhan di tempat yang indah melainkan di Panti Jompo. Akan tetapi menurut saya, hal ini adalah hal yang sangat jarang dilakukan dan ini adalah moment terindah dimana kita dapat memberikan kasih serta melayani orang lain yang bersudut pandang dan berlatar belakang berbeda. Saya pun melakukannya dengan penuh semangat. Saya merasa senang sekali karena kami semua saling menghargai satu sama lain, tidak pandang dari segi apapun, dan kompak. Itulah momen saya yang paling berharga dan bermakna karena kita berhasil dalam mengadakan acara tersebut, berhasil membahagiakan mereka dengan semangat solidaritas yang tinggi. Setelah acara selesai, kami kembali ke bus lalu menuju perjalanan pulang pada pukul 18.00. Karena sudah terlampau lelah, akhirnya saya beserta teman – teman yang lain tidur dalam bus dari Sukabumi – Jakarta.

Senin, 23 Januari 2012



A : Accept. “Terimalah diri anda sebagaimana adanya, apapun kelebihan & kekurangan anda.”
B : Believe. “Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda harapkan.”
C : Care. “Pedulilah pada usaha anda. Jangan setengah hati.”
D : Direct. “Arahkanlah pikiran pada hal – hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.”
E : Earn. “Terimalah penghargaan yg diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yg    
      terbaik. “
F : Face. “Hadapilah semua realita yang ada, suka, duka, maupun problem karena itu adalah proses 
     pembentukan karakter dan pendewasaan iman sebagai anak – anak Allah.”
G : Go. “ Berangkatlah dari kebenaran akan Firman Allah.”
H : Homework. “Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.”
I : Ignore. “Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan. Abaikan rasa 
     minder anda dan berharaplah kepada Allah untuk mendapatkan tujuan tersebut.
J : Jealously. “Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.”
K : Keep. “Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.”
L : Learn. “Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.”
M : Mind. “Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gossip tentang orang lain.”
N : Never. “Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang dan alkohol.”
O : Observe. “Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang
      lain.”
P : Patience. “Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.”
Q : Question. “Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.”
R : Respect. “ Hargai diri sendiri dan juga ornag lain.”
S : Self. Self Confidence, self esteem, self respect. “Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan
     diri membebaskan kita dari saat – saat tegang”.
T : Take. “Anda berani mengambil tindakan dan andapun berani ambil tanggungjawab.
U : Understand. “Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.”
V : Value. “Hargailah diri anda sendiri dan hargai orang lain, berusahalah berikan yang terbaik.”
W : Work. “Bekerja dengan giat dan jangan lupa berdoa”.
X : Xtra. “Usaha lebih keras membawa keberhasilan”.
Y : You. “Anda adalah orang yang sangat berharga dan unik dimata Allah.”
Z : Zero. “Usaha nol membawa hasil nol pula, jadi berikan yang terbaik bagi Allah.”

Minggu, 08 Januari 2012

DATABASE - PEMROGRAMAN MULTI LIST

Ketikkan pada software Pascal seperti dibawah ini :


uses crt;
type
filebio = record
npm:string[8];
nirm:string[3];
nama:string[15];
alamat:string[12];
end;
filenirm = record
nirm2:string[3];
masuk:string[10];
akhir:string[10];
end;
var
biodata :array[1..10] of filebio;
tglnirm :array[1..10] of filenirm;
isi:text;
a,x,y:integer;
Procedure tbio;
begin
a:=5;
assign(isi,’biodata2.dat’);
reset(isi);
writeln(‘Biodata’);
writeln(‘————————————————————’);
writeln(‘*    Npm    *   Nirm   *      Nama        *      Alamat    *’);
writeln(‘————————————————————’);
for x:=1 to 10 do
begin
readln(isi,biodata[x].npm);
readln(isi,biodata[x].nirm);
readln(isi,biodata[x].nama);
readln(isi,biodata[x].alamat);
write(‘*  ‘,biodata[x].npm,’    ‘,biodata[x].nirm,’        ‘,biodata[x].nama,’        ‘,biodata[x].alamat:5);
gotoxy(60,a);
writeln(‘*’);
a:=a+1;
end;
close(isi);
writeln(‘————————————————————’);
readln;
end;
procedure tnirm;
begin
assign(isi,’filenirm.dat’);
reset(isi);
writeln(‘File Nirm’);
writeln(‘—————————————————–’);
writeln(‘* Nirm   *    Tanggal Masuk    *    Tanggal Akhir   *’);
writeln(‘—————————————————–’);
for x := 1 to 10 do
begin
readln(isi,tglnirm[x].nirm2);
readln(isi,tglnirm[x].masuk);
readln(isi,tglnirm[x].akhir);
writeln(‘*  ‘,tglnirm[x].nirm2,’   *     ‘,tglnirm[x].masuk,’      *     ‘,tglnirm[x].akhir,’     *’);
end;
writeln(‘—————————————————–’);
close(isi);
readln;
end;
procedure daftarsiswa;
begin
a:=5;
gotoxy(1,30);writeln(‘Daftar Siswa’);
writeln(‘———————————————————————–’);
writeln(‘* No *    Npm   * Nirm *       Nama       *  Tgl masuk  *  Tgl Akhir  *’);
writeln(‘———————————————————————–’);
for x := 01 to 10 do
begin
write(‘  ‘,x,’    ‘,biodata[x].npm,’   ‘,biodata[x].nirm,’    ‘,biodata[x].nama,’   ‘,’              ‘,’   ‘,’    ‘);
for y := 01 to 10 do
if biodata[x].nirm = tglnirm[y].nirm2 then
begin
gotoxy(46,a);
writeln(tglnirm[y].masuk);
gotoxy(60,a);
writeln(tglnirm[y].akhir);
a:=a+1;
end;
end;
writeln(‘———————————————————————–’);
readln;
end;
begin
clrscr;tbio;
clrscr;tnirm;
clrscr;daftarsiswa;
end.
 TAMPILAN OUTPUT PROGRAM untuk :
 FILE BIODATA :
  FILE NIRM :
FILE AKHIR :